Hong Kong, 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S2 PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus memperkuat langkah internasionalisasi dan membangun jejaring akademik global. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan studi banding dan penjajakan kerja sama akademik dengan City University of Hong Kong (CityUHK).
Kunjungan akademik tersebut diwakili oleh Prof. Triyanto, Guru Besar Pendidikan Kewarganegaraan FKIP UNS, yang melakukan pertemuan akademik dengan Prof. Yanto Chandra, Professor pada Department of Public and International Affairs, City University of Hong Kong.
City University of Hong Kong merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia dan memiliki reputasi akademik internasional yang kuat. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings, CityUHK berada pada peringkat #52 dunia, menunjukkan posisi strategis universitas tersebut dalam lanskap pendidikan tinggi global.
Pertemuan Prof. Triyanto dengan Prof. Yanto Chandra menjadi momentum penting untuk membahas peluang pengembangan kerja sama antara S2 PPKn UNS dan CityUHK. Diskusi mencakup berbagai kemungkinan kolaborasi akademik yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas dosen, mahasiswa, serta peningkatan kualitas dan reputasi akademik program studi.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Triyanto dan Prof. Yanto Chandra sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bidang joint research dan visiting lecture. Kerja sama penelitian bersama diharapkan dapat membuka peluang bagi dosen dari kedua institusi untuk menghasilkan publikasi dan karya ilmiah yang memiliki kontribusi pada pengembangan keilmuan serta memiliki daya jangkau internasional.
Sementara itu, program visiting lecture akan menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik dengan menghadirkan akademisi dari kedua universitas dalam kegiatan pembelajaran dan forum ilmiah. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa S2 PPKn UNS sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global.
Prof. Triyanto menyampaikan bahwa membangun kerja sama dengan perguruan tinggi bereputasi internasional merupakan bagian penting dari strategi pengembangan program studi.
“Internasionalisasi program studi tidak cukup hanya dengan menjalin kerja sama secara administratif. Yang lebih penting adalah menghadirkan kegiatan akademik yang nyata, produktif, dan berkelanjutan, seperti joint research, visiting lecture, serta pertukaran pengetahuan antara akademisi dan mahasiswa,” ujar Prof. Triyanto.
Penjajakan kerja sama dengan CityUHK juga menjadi bagian dari upaya S2 PPKn UNS untuk memperkuat reputasi global program studi. Melalui jejaring dengan universitas internasional, program studi berupaya meningkatkan kualitas akademik sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam aktivitas akademik berskala global.
Kerja sama ini juga memiliki nilai strategis karena mempertemukan bidang Pendidikan Kewarganegaraan dengan kajian publik dan internasional. Pertukaran perspektif antara kedua institusi diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi multidisipliner yang relevan dengan berbagai tantangan masyarakat global, termasuk isu kewarganegaraan, kebijakan publik, demokrasi, masyarakat multikultural, dan hubungan internasional.
Kegiatan studi banding dan penjajakan kerja sama ini sekaligus menjadi bukti komitmen S2 PPKn UNS dalam meningkatkan reputasi global dan mempercepat internasionalisasi program studi. Langkah tersebut sejalan dengan visi UNS sebagai perguruan tinggi berkelas dunia serta komitmen FKIP UNS untuk memperluas kolaborasi akademik dengan institusi pendidikan tinggi bereputasi internasional.
Ke depan, hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan agenda kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam pelaksanaan penelitian bersama (joint research) dan kuliah tamu (visiting lecture), sehingga hubungan akademik antara S2 PPKn UNS dan City University of Hong Kong dapat berkembang menjadi kemitraan internasional yang produktif dan berkelanjutan.

Prof. Triyanto dan Prof. Yanto Chandra (kedua dari kiri), bersama mahasiswa mahasiswa Indonesia di City University of Hong Kong diskusi peluang kolaborasi.



Comments
More Posts You May Find Interesting





